Posts

Suatu Hari : 13 Oktober

Suatu hari : 13 Oktober Hai semua ! Ini adalah salah satu scene terbaru di blog aku. Namanya "suatu hari". Nah, jadi di scene ini aku bakal bahas seputar peristiwa atau hal unik apa aja yang ada di tanggal yang aku mention Nah langsung aja yuk bahas apa ajasih peristiwa yang terjadi pada tanggal 13 oktober ? Oh iya btw kalo kamu ulang tahun di tanggal ini, selamat ya ! Semoga panjang umur dan sehat selalu. Aamiin. Nah, dilansir dari nasional.okezone.com tanggal 13 Oktober itu ternyata ada peristiwa penting nih di Turki ! Iya, Turki.. negara yg bikin aku jatuh cinta ! Hehe.. Jadi, pas tanggal 13 Oktober 1923, Ibu kota Turki pindah dari Istanbul ke Ankara. Sebelumnya, Istanbul telah menjadi ibu kota kekaisaran selama hampir 16 abad, yaitu selama Kekaisaran Romawi dari 330 hingga 1204, Kekaisaran Bizantium dari 1261 sampai 1453, Kerajaan Latin dari 1204 sampai 1261, dan Kesultanan Ottoman sejak 1453 sampai 1922. Wahhhh ini info menarik dan bermanfaat banget ya, soalnya...

Refleksi : Bermain Peran

Refleksi : Bermain Peran "Dunia ini panggung sandiwara" itulah suatu cuplikan lagu lama yang masih segar ditelinga kita semua. Ya, memang nasihat dari lagu itu tak pernah lekang oleh waktu. Nasihat yang akan terus dipegang oleh orang-orang agar tidak lalai oleh hingar bingar dunia. Walaupun kalo dilihat-lihat, boleh jadi saat ini manusia sudah banyak yg tidak memperdulikan nasihat demikian. Tentang dunia yang hanya semetara, yang akan fana. Kita memang harus menjadi orang yang bermanfaat. Agar waktu yg kita punya di dunia ini tidak sia-sia. Supaya saat kita pindah alam ke akhirat, kita sudah punya banyak bekal. Namun, untuk menjadi bermanfaat, terkadang kita tidak punya ukuran yang pasti. Seberapa banyak kita harus berbuat kebaikan agar dapat dikatakan bermanfaat ? Juga... seberapa luas kita harus menyebarkan amalan agar bisa dikatakan bermanfaat ?  Entahlah, mungkin ukuran itu relatif. Atau bahkan, ini adalah hal-hal yang tak bisa diukur. Karena ada beberapa hal yan...

Samudera dan Hujan Oktober

Sulistia Wargi Samudera dan Hujan Oktober Oktober adalah satu ikat bunga yang layu dikeranjang sepedamu Yang sampai layupun tak pernah kau sampaikan padaku Tak jua kau berikan padaku Entah untuk apa kau menyimpannya Lelaki bermata samudera, untuk apa kau simpan bunga itu sendiri ? kian layu dan sebentar lagi mati Beruntung Oktober datang dengan rintik hujan penuh kerinduan Mungkin kau menanti hujan ini, bukan ? Yang akan membawa ruh kehidupan untuk bunga-bungamu dikeranjang sepeda Tapi, untuk apa kau berharap kehidupan bagi bunga-bunga ? Sementara kau hanya menyimpannya sendirian Tidak indah laki-laki bermata samudera menyimpan bunganya sendirian Tidak akan indah jika tidak diberi pada perempuan yang menanti bertahun untuk suatu pengharapan Lelaki bermata samudera Hujan ini turun bersama Oktober yang tidak ceria Aku rasa, bunga-bunga itu tidak akan hidup kembali Ia akan mati bersama dengan harapanku yang terlalu lelah mencari Oktober kin...

Halo Dunia : Alasanku Jatuh Cinta Pada Turki (Part I)

Halo Dunia : Alasanku Jatuh Cinta Pada Turki Turki, bukanlah Negara yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan sebagian mungkin sangat familiar mendengar nama Turki. Turki adalah Negara di wilayah Eurasia yang memiliki pesona memukau. Untukku. Dan mungkin juga untuk orang lain, karena memang pesona Turki takkan bisa tergantikan. Aku Sendiri mulai jatuh cinta pada Turki sejak penghujung SMA. Saat itu, teman satu kelasku ada yang membawa laptop dan menyetel film Turki di kelas saat guru tidak masuk. Filmnya saat itu tentang sejarah Turki. Yup, Muhammad Al-Fatih. Setelah itu aku jadi ingat, saat aku masih sekolah agama, aku sering mendengar nama itu, namun belum paham betul ceritanya. Sampai saat inipun aku belum hapal   betul, karena ini memang kisah yang panjang. Dari satu raja ke raja berikutnya dan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Kisah ini panjang dan sangat memukau. Setelah saat itu, aku jadi cinta dengan Turki. Dan entah mengapa, di kajian-kaj...

Dari Aku, Untuk yang Hilang dari Seimbang

Pesan Singkat : Teruntuk yang Hilang dari Seimbang Kedamaian itu hadir bersama dinding kamar yang berdiri kokoh melindungiku dari segala ketidakpastian diluar sana. Dinding ini terlalu setia mendengar setiap lagu yang ku putar ditengah malam-malam yang sunyi. Juga mendengar bunyi ketikan jari jemariku yang menuliskan kisah-kisah tak berujung. Semakin hari dinding ini semakin dingin, ia mewakili perasaanku. Hati dan pikiran harus seimbang. Tidak bisa terlalu banyak menggunakan logika tidak juga bisa terlalu banyak menggunakan perasaan. Namun, aku sedang tidak seimbang.  Aku baru saja akan memulai lagi keseimbangan itu dengan menambah sedikit ruang untuk perasaanku bekerja. Logikaku sudah terlalu banyak mengambil bagian dalam hidupku. Dalam menentukan keputusan, dalam berencana, dalam bermimpi, dalam ambisi, dan hampir dalam segala hal. Aku merasa tidak adil dengan hati kecilku. Kenapa tidak sama ukurannya dalam melibatkan hati kecil ini ? aku tidak adil pada diri...